Berjalan Sukses !! GEDSI JET Work NTB Gandeng CIS Timor Melakukan Cross Learning Pengalaman bersama Pokja Perubahan Iklim di NTT

Berjalan Sukses !!  GEDSI JET Work NTB Gandeng CIS Timor Melakukan Cross Learning Pengalaman bersama Pokja Perubahan Iklim di NTT

GEDSI JET WORK NTB, Pena Bulu dan CIS Timor, mengadakan Cross Learning atau pelatihan silang dengan Pokja Perubahan Iklim (PI) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang bertujuan kolaborasi berbagi pengalaman, pengetahuan dengan memaknai perbedaan. Pada Senin 17/11/2025.

Menurut Ketua Forum GEDSI JET WORK NTB, Dewi Anjani kita mengadakan Cross Learning ini untuk bertukar pembelajaran dengan teman-teman Pokja Perubahan iklim ( PI) NTT karena mereka dari pemerintahan sementara dari NTB isinya non Pemerintahan seperti Non Governmental Organization (NGO) CSO, jelas Dewi.

Kedatangan kami di NTT untuk mengetahui bagaimana teman- teman Pokja pi, tetap mengawal independensi dalam mendorong perspektif GEDSI transisi energi yang ada di Nusa Tenggara Timur. Harapan kami pertemuan ini tidak hanya selesai disini tapi ada proses berbagi pengetahuan, ide, pengalaman sharing learning berkelanjutan bagaimana teman-teman dari NTT juga menjadi referensi untuk teman-teman di NTB dalam pekerjaan kedepannya dalam transisi energi sebaliknya teman-teman yang dari NTB bisa beradaptasi di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan Cross Learning mendapat tanggapan dari beberapa peserta yang hadir. Sekretaris wilayah Koalisi Perempuan Indonesia Ekoningsih Lema mengatakan ” kita beri apresiasi bagi teman-teman NGO NTB, Pokja Perubahan Iklim NTT karena isu perubahan iklim itu dampaknya luar biasa bagi perempuan, anak dan keluarga”.

Menurut Ningsih, bicara perubahan iklim yang paling beradaptasi itu perempuan karena iklim berdampak pada keberlangsungan ibu rumah tangga. Alam yang terus berubah akan membuat orang beradaptasi dengan lingkungan baru, musim tanam yang berubah hasilnya menurun.

Pengetahuan tentang perubahan iklim perlu sampai ke perempuan sehingga mereka dapat menemukan mekanisme baru agar rumah tangganya bisa tersuplai dengan sumber daya alam yang selama ini dikelola tapi ada perubahan, termasuk perubahan iklim.

Perubahan iklim memang berdampak sekali pada perempuan, ini harus direspon dalam bentuk kebijakan. Karena kalau bicara isi perempuan slalu dianggap tidak seksi. Bicara energi baru terbarukan isinya slalu tehnologi dan itu berada dalam kekuasaan laki-laki. Padahal energi baru terbarukan adalah tehnologi baru yang dampaknya langsung dirasakan oleh perempuan sebagai ibu rumah tangga misalnya ibu- ibu masak tidak lagi menggunakan kayu api karena asap dari kayu tidak baik bagi kesehatan, ibu-ibu masak menggunakan listrik, atau brikiet dari tempurung kelapa.

Bicara tehnologi energi baru terbarukan
dengan adaptasi perubahan iklim kita bicara tentang perempuan. Sosialisasi tentang energi baru terbarukan itu harus ke semua perempuan agar mereka dapat paham.

Kita harus akui bahwa disabilitas itu ada, kadang kita merasakan mereka ada tapi senyap, orang yang menjadi difabel karena aksesnya terbatas dan fasilitas yang ada membuat mereka mampu beraktivitas mereka harus di interferensi secara khusus karena mereka berkebutuhan khusus

Pemerintah secara sistematis memikirkan kebutuhan mereka kaum disabilitas. sebenarnya bila kita bicara energi baru terbarukan itu langsung dengan kebutuhan perempuan.

Sumber Artikel : https://wartaperempuan-indonesia.com/uncategorized/forum-jet-work-ntb-gandeng-cis-timor-melakukan-cross-learning-pengalaman-bersama-pokja-perubahan-iklim-di-ntt/

Dokumentasi : DISINI

Posting Komentar untuk "Berjalan Sukses !! GEDSI JET Work NTB Gandeng CIS Timor Melakukan Cross Learning Pengalaman bersama Pokja Perubahan Iklim di NTT"