Komunitas NTB Diperkuat Menulis Narasi Kampanye Inklusif dalam Transisi Energi Berkeadilan _ GEDSI JET WORKING GROUP NTB

Komunitas NTB Diperkuat Menulis Narasi Kampanye Inklusif dalam Transisi Energi Berkeadilan

Mataram – Upaya mewujudkan transisi energi yang adil dan inklusif di Nusa Tenggara Barat terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas masyarakat sipil. Forum Gender Equality, Disability, and Social Inclusion – Just Energy Transition (GEDSI JET) Working Group NTB menggelar Pertemuan Reguler Tematik Kedua dengan fokus utama penguatan kemampuan menulis narasi kampanye berbasis GEDSI JET dalam konteks lokal.

Kegiatan yang mengusung tema “Menulis Narasi Kampanye Berbasis GEDSI JET dalam Konteks Lokal” tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Hotel Aston Inn Mataram. Forum ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai organisasi masyarakat sipil, akademisi, komunitas lokal, media, serta perwakilan pemerintah daerah.

Ketua GEDSI JET Working Group NTB, Baiq Dewi Anjani, dalam surat undangannya menyampaikan bahwa isu Just Energy Transition (JET) semakin relevan seiring percepatan agenda transisi energi nasional dan global. Namun menurutnya, paradigma transisi energi tidak bisa hanya dilihat dari aspek teknologi semata, melainkan harus mempertimbangkan keadilan sosial dan keterlibatan kelompok rentan.

“Perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan kelompok marginal lainnya seringkali belum mendapatkan ruang yang memadai dalam proses pengambilan kebijakan energi. Karena itu, diperlukan kemampuan menyusun narasi kampanye yang inklusif agar suara mereka dapat terdengar,” ujarnya.

Narasi Inklusif sebagai Kunci Advokasi

Dalam TOR kegiatan disebutkan bahwa tantangan utama transisi energi adalah masih kuatnya ketimpangan struktural. Kebijakan yang tidak sensitif terhadap perspektif gender dan disabilitas berpotensi memperburuk ketidakadilan sosial. Oleh sebab itu, kemampuan menulis narasi kampanye berbasis GEDSI JET dipandang sebagai keterampilan strategis bagi komunitas.

Narasi kampanye yang kuat dapat menjadi jembatan antara pengalaman nyata masyarakat di tingkat akar rumput dengan kebijakan di tingkat makro. Melalui narasi yang relevan, reflektif, dan berbasis realitas lokal, advokasi untuk transisi energi berkeadilan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Ada lima alasan utama mengapa narasi kampanye berbasis GEDSI JET dalam konteks lokal menjadi sangat penting. Pertama, memastikan relevansi kebijakan dengan kebutuhan nyata kelompok rentan. Kedua, menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan partisipasi serta kepemilikan komunitas. Keempat, mendukung pencapaian prinsip pembangunan berkelanjutan “no one left behind”. Dan kelima, memperkuat akuntabilitas serta tata kelola kebijakan publik.

Ruang Belajar Bersama

Pertemuan reguler tematik ini dirancang sebagai ruang belajar bersama. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan metode interaktif berupa ceramah, diskusi kelompok, dan praktik langsung menulis narasi kampanye.

Sesi utama menghadirkan narasumber Susi Gustiana, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, yang membawakan materi bertema “Narasi Transisi Energi Berkeadilan Berbasis GEDSI di NTB dalam Kacamata Jurnalis Perempuan.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sudut pandang jurnalisme yang peka terhadap isu gender, disabilitas, dan kelompok rentan.

Menurutnya, media dan komunitas harus mampu menceritakan dampak transisi energi dari perspektif mereka yang paling terdampak. “Cerita tentang transisi energi tidak boleh hanya berisi data teknis, tetapi juga harus menghadirkan wajah manusia di baliknya,” tegas Susi.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman praktik baik pembangunan berbasis GEDSI JET di wilayah masing-masing. Dari diskusi ini diharapkan muncul pembelajaran kolektif yang dapat dijadikan bahan narasi kampanye ke depan.

Mengidentifikasi Local Champion

Salah satu agenda penting dalam pertemuan ini adalah identifikasi local champion, yaitu individu atau kelompok di tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi yang telah berkontribusi nyata dalam mendorong transisi energi berperspektif GEDSI.

Local champion dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan di komunitas. Kisah sukses mereka akan didokumentasikan dan diangkat sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain.

Melalui proses ini, GEDSI JET WG NTB ingin memastikan bahwa narasi kampanye yang dibangun benar-benar lahir dari pengalaman lapangan, bukan sekadar konsep abstrak. Dengan demikian, pesan advokasi akan lebih autentik dan mudah diterima publik.

Praktik Menulis dan Kolaborasi

Tidak hanya berhenti pada diskusi, peserta juga diberikan penugasan praktik menulis narasi kampanye. Dalam sesi ini, setiap peserta diminta menyusun tulisan berdasarkan pengalaman nyata di komunitas masing-masing terkait isu energi terbarukan, perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan.

Fasilitator kegiatan, I Gusti Pradnya Pramesita Saraswati, anggota Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) NTB, memandu proses penulisan agar peserta mampu menuangkan ide secara sistematis, tajam, dan komunikatif.

“Tujuan akhirnya adalah terbangunnya ruang penulisan bersama yang berkelanjutan. Kami ingin setelah kegiatan ini, komunitas terus aktif memproduksi narasi-narasi advokasi yang kuat,” jelasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang berasal dari berbagai elemen, di antaranya organisasi masyarakat sipil seperti Konsepsi NTB, Solidaritas Perempuan Mataram, LBH APIK NTB, Somasi NTB, HWDI NTB, komunitas Sekolah Setara, akademisi dari Universitas Mataram dan UIN Mataram, hingga komunitas kreatif seperti Lombok Youtuber Community dan Climate Rangers.

Keberagaman peserta mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transisi energi berkeadilan. Setiap pihak memiliki peran penting, mulai dari advokasi kebijakan, kampanye publik, pendampingan komunitas, hingga produksi pengetahuan.

Koordinator Provinsi WE for JET Yayasan Penabulu, Nur Janah, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program jangka panjang. Melalui proyek WE for JET, ditargetkan pada tahun 2028 perempuan dan kelompok disabilitas di NTB dapat memperoleh manfaat nyata serta berperan aktif dalam agenda transisi energi.

Harapan ke Depan

Melalui Pertemuan Reguler Tematik Kedua ini, GEDSI JET WG NTB berharap lahir lebih banyak narasi kampanye yang berpihak pada kelompok rentan dan mampu memengaruhi kebijakan energi di tingkat lokal maupun nasional.

Output utama kegiatan meliputi terbangunnya ruang pembelajaran bersama, teridentifikasinya local champion, serta terbentuknya jejaring penulisan kolaboratif yang akan terus memproduksi narasi-narasi inklusif.

Transisi energi berkeadilan tidak akan tercapai hanya melalui pembangunan infrastruktur atau teknologi baru. Ia membutuhkan perubahan cara pandang, keberanian menyuarakan ketidakadilan, dan kemampuan mengangkat cerita-cerita dari mereka yang selama ini terpinggirkan.

Dengan penguatan kapasitas menulis narasi kampanye berbasis GEDSI JET, komunitas di NTB diharapkan semakin percaya diri menyuarakan haknya, mengawal kebijakan publik, dan memastikan bahwa transisi energi benar-benar membawa manfaat bagi semua—tanpa meninggalkan siapa pun.

GALERY KEGIATAN [UNDUH]

Posting Komentar untuk "Komunitas NTB Diperkuat Menulis Narasi Kampanye Inklusif dalam Transisi Energi Berkeadilan _ GEDSI JET WORKING GROUP NTB"