GEDSI JET Goes to Campus: Mahasiswa dan Orang Muda NTB Suarakan Keadilan Energi untuk Transisi Inklusif

 

Mataram — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal isu krusial transisi energi nasional. Melalui kolaborasi strategis, GEDSI JET Working Group NTB menyelenggarakan kegiatan bertajuk "GEDSI JET Goes to Campus: Suara Muda untuk Keadilan Energi, Wujudkan Transisi Inklusif". Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Women and Vulnerable Group Benefited and Lead on Transformative and Just Energy Transition in Indonesia (WE for JET) yang bertujuan memastikan peralihan energi di Indonesia tidak meninggalkan kelompok rentan.

Urgensi Transisi Energi Berkeadilan

Saat ini, Indonesia tengah berada dalam fase transisi besar, berupaya beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi terbarukan yang lebih bersih. Komitmen ini sejalan dengan target ambisius pemerintah pusat untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Namun, peralihan sistemik ini bukan sekadar urusan teknis pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah transformasi sosial yang harus dipastikan berjalan secara adil (Just Energy Transition - JET).

Prinsip keadilan energi menekankan bahwa perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pasif. Mereka harus terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengambilan keputusan. Hal inilah yang melandasi GEDSI JET Working Group NTB—sebuah konsorsium yang didukung oleh Australian Aid, Penabulu, Gema Alam, dan Oxfam—untuk turun langsung ke lingkungan akademis.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Kampus dipilih sebagai lokasi strategis karena peran vital mahasiswa dan orang muda sebagai talenta masa depan serta agen perubahan (agents of change). Mahasiswa dinilai memiliki kapasitas intelektual dan energi untuk memastikan transisi energi di NTB berjalan secara inklusif dan tidak merugikan kelompok marginal.

Keterlibatan aktif orang muda menjadi kunci utama dalam menggerakkan transformasi menuju sistem energi yang lebih adil, berkelanjutan, dan partisipatif. Melalui "GEDSI JET Goes to Campus", para mahasiswa didorong untuk menyuarakan aspirasi mereka dan memahami lebih dalam mengenai keterkaitan antara energi, gender, dan inklusi sosial (GEDSI).

Sinergi Lintas Organisasi dan Universitas

Kegiatan ini melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di NTB. Daftar undangan mencakup delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi ternama, antara lain:

  • BEM FIA Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) dan jajaran mahasiswa UNW.

  • BEM Universitas Mataram (Unram).

  • BEM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB.

  • BEM UIN Mataram.

  • BEM Universitas Muhammadiyah Mataram.

  • BEM Universitas Mandalika Mataram.

Selain elemen BEM, organisasi kepemudaan (OKP) seperti PMII Cabang Mataram turut diundang untuk memberikan perspektif gerakan mahasiswa dalam isu kedaulatan energi. Kehadiran berbagai institusi ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif di kalangan akademisi NTB bahwa isu transisi energi adalah isu lintas sektor yang menyangkut masa depan seluruh lapisan masyarakat.

Penguatan Peran Perempuan dan Kelompok Inklusif

Proyek WE for JET secara khusus berupaya memperkuat optimalisasi peran perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam kerangka kerja GEDSI JET, kelompok rentan harus memiliki akses yang adil terhadap peluang yang diciptakan dalam ekonomi hijau. Hal ini mencakup ketersediaan informasi yang transparan dan publikasi data yang dapat diakses oleh semua pihak.

GEDSI JET Working Group sendiri terdiri dari berbagai lembaga yang memiliki spesialisasi dalam pemberdayaan dan advokasi, seperti InSPIRASI NTB, KONSEPSI NTB, Yayasan Rumah Energi (YRE), GAGAS NTB, Penabulu, hingga perwakilan dari Sekolah Setara yang berbasis di tingkat desa. Sinergi antara NGO dan mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan gelombang kesadaran yang lebih kuat di tingkat tapak hingga kebijakan.

Publikasi dan Edukasi sebagai Strategi Utama

Salah satu fokus penting dalam kegiatan ini adalah memperluas akses informasi. Publikasi mengenai transisi energi berkeadilan direncanakan akan dilakukan secara masif melalui media sosial dan kampanye publik yang efektif. Peran jurnalis, khususnya jurnalis perempuan, juga ditekankan sebagai ujung tombak dalam mengadvokasi isu keadilan energi bagi kelompok rentan.

Diharapkan, penguatan konten pada media sosial yang dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial rutin, tetapi dapat bertransformasi menjadi ruang edukasi publik yang kaya akan data.

Menuju Masa Depan NTB yang Inklusif

Partisipasi aktif mahasiswa dalam pengambilan peran pada program transisi energi diharapkan akan memberi dampak positif yang nyata di tingkat lokal. Dengan memberdayakan pemangku kepentingan yang lebih luas di tingkat kabupaten, desa, dan komunitas, NTB berpeluang menjadi contoh sukses implementasi transisi energi yang memegang teguh prinsip "tidak ada satupun yang tertinggal" (leave no one behind).

Kegiatan "GEDSI JET Goes to Campus" bukan sekadar diskusi akademis, melainkan langkah konkret untuk menjaring "Suara Muda" agar menjadi fondasi bagi kebijakan energi yang lebih manusiawi dan berkeadilan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan keterlibatan mahasiswa sebagai talenta masa depan, transisi energi menuju NZE 2060 bukan lagi sekadar impian, melainkan rencana kerja inklusif yang sedang diwujudkan bersama.

Posting Komentar untuk "GEDSI JET Goes to Campus: Mahasiswa dan Orang Muda NTB Suarakan Keadilan Energi untuk Transisi Inklusif"