KEGIATAN KONSOLIDASI PRIVAT SEKTOR UNTUK MENYUSUN RENCANA AKSI JUST ENERGY TRANSITION (JET) SESUAI KEBUTUHAN PEREMPUAN DAN KELOMPOK RENTAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Pada hari ini, Rabu, tanggal Dua Puluh Dua April Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam (22 April 2026), telah dilaksanakan kegiatan Konsolidasi Privat Sektor untuk Menyusun Rencana Aksi Just Energy Transition (JET) Sesuai Kebutuhan Perempuan dan Kelompok Rentan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi NTB bekerja sama dengan Yayasan Penabulu dan para pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan dilaksanakan di Hotel Aston Inn Mataram, Jalan Panca Usaha No. 1, Cilinaya, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai pukul 08.00 WITA sampai dengan 15.30 WITA. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi teknis antara Pemerintah Provinsi NTB dan Yayasan Penabulu terkait penguatan kolaborasi, koordinasi, dan kemitraan antara pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas dalam mendukung percepatan transisi energi berkeadilan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung percepatan target Net Zero Emission (NZE) 2050 melalui pengembangan energi bersih dan energi terbarukan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam implementasinya, proses transisi energi tidak hanya berfokus pada aspek teknologi dan investasi, tetapi juga memastikan keterlibatan aktif perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat rentan, serta komunitas lokal dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan energi di daerah.
Acara diawali dengan registrasi peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas masyarakat sipil, akademisi, lembaga pendamping, serta organisasi yang bergerak di bidang energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat. Setelah registrasi, kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB yang menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi multipihak untuk memperkuat implementasi transisi energi berkeadilan di NTB.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan energi terbarukan melalui investasi, inovasi teknologi, pengembangan kapasitas masyarakat, serta penciptaan peluang kerja hijau. Selain itu, keterlibatan komunitas dan organisasi masyarakat sipil menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa implementasi energi bersih dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan kelompok rentan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi tematik mengenai konsolidasi privat sektor dalam penyusunan rencana aksi JET yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan kelompok rentan. Pada sesi ini, peserta membahas berbagai peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung percepatan transisi energi di NTB. Diskusi berlangsung secara aktif dan partisipatif dengan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi energi terbarukan, antara lain keterbatasan akses pendanaan, kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, minimnya integrasi data lintas sektor, serta pentingnya kebijakan yang berpihak pada prinsip inklusivitas sosial.
Peserta juga menekankan pentingnya penyusunan rencana aksi yang berbasis kebutuhan masyarakat lokal dan memperhatikan kondisi sosial ekonomi kelompok perempuan dan kelompok rentan. Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan akses energi, penguatan ekonomi lokal, maupun penciptaan lapangan kerja yang ramah gender dan disabilitas.
Selain membahas peluang dan tantangan, forum ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendukung implementasi target NTB Lestari menuju Net Zero Emission 2050. Peserta juga mendorong adanya forum komunikasi dan koordinasi berkelanjutan agar hasil diskusi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata di lapangan.
Dari hasil keseluruhan kegiatan, diperoleh beberapa kesimpulan dan rekomendasi penting, antara lain:
Perlunya penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas dalam mendukung percepatan transisi energi berkeadilan di NTB.
Pentingnya penyusunan rencana aksi JET yang mengakomodasi kebutuhan perempuan dan kelompok rentan secara partisipatif.
Perlunya peningkatan investasi dan dukungan teknologi energi terbarukan yang mudah diakses masyarakat.
Pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dan komunitas lokal dalam implementasi energi bersih dan berkelanjutan.
Perlunya forum koordinasi berkelanjutan untuk memastikan implementasi program berjalan efektif dan inklusif.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh partisipasi aktif dari seluruh peserta. Seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan energi terbarukan dan implementasi Just Energy Transition di Provinsi Nusa Tenggara Barat secara inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mataram, 22 April 2026
Link Dokumentasi DISINI

Posting Komentar untuk "KEGIATAN KONSOLIDASI PRIVAT SEKTOR UNTUK MENYUSUN RENCANA AKSI JUST ENERGY TRANSITION (JET) SESUAI KEBUTUHAN PEREMPUAN DAN KELOMPOK RENTAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT"
Posting Komentar